NYAMAN



Entah darimana perasaan itu muncul, ia kerap hadir pada hati yang sedang berbunga dengan dihujani oleh kebersamaan, senyuman, dan sapaan di setiap saat. Dari terbit fajar sampai tergelincirnya mentari.


Nyaman, yah setiap kita pasti merasakan nyaman kepada setiap hal-hal yang membuat kita damai. Damai dengan keadaan, damai dengan diri sendiri atau damai dengan sesuatu yang membuat kita nyaman.


Sesuatu itu bisa jadi barang, hewan peliharaan, nuansa hati atau bisa jadi karena kamu. Yah kamu yang selalu hadir dengan membawa senyum penuh harapan, sapamu lembut bagai sutera dari china meskipun sapaan itu hanya berupa pesan whatsapp yang kau kirimkan.


Namun, sadarkah engkau bahwa hadirmu itu bisa membuat hati ini nyaman, dan aku ingin membalas kenyamanan itu padamu, agar bukan aku sendiri yang merasa nyaman. Mulailah aku merespon apa yang kau berikan padaku. Mungkin ditempat lain ada yang berkata ini adalah peluang, agar kita saling bertautan, bila memang begitu tak masalah, namun bila sebaliknya sungguh tak menyenangkan.


Sadarkah bahwa merasa nyaman sendirian itu lebih menyakitkan dari pada ucapan penolakan darimu sejak awal. Hal itu lebih melegahkan hati, dibandingkan kau buat aku nyaman sendirian.


Sadarkah nyaman itu bukan pada tempatnya saat ini. Ada tempat yang paling tepat untuk kita merasakan nyaman. Bukan merasa nyaman di sisimu, melainkan disisi-Nya.


Aku tak ingin lagi merasa nyaman pada hal yang masih abu-abu alias semu.

 

Prabumulih, 14 Januari 2021


LihatTutupKomentar
Cancel