Daun-daun yang Menunggu Gugur




Kerap  sekali kita berpikir kapan waktu itu akan tiba. Sulit ditebak.  Ada yang kemarin terlihat bugar tapi esok paginya kaku tak bernyawa,  ada pula yang sudah bertahun-tahun sakit tapi tak kunjung juga diambil oleh pemiliknya.


Kita juga tahu setiap yang bernyawa itu punya jalan hidupnya masing-masing,  sudah  ada ketetapannya semua. Dalam ceramah Ustadz Adi Hidayat  Lc. 


Jika seorang hamba itu selama dalam hidupnya sudah ditakar akan makan 5.000 liter beras,  bila  dalam satu kesempatan  ia berpergian menggunakan pesawat lalu pesawat tersebut mengalami kecelakaan sementara seorang hamba tersebut  baru memakan 4.999 liter beras,  maka atas izin Allah SWT dia akan selamat. 


Jangankan kita,  daun-daun pun sudah ditetapkan kapan waktunya  ia akan gugur dari ranting sebuah pohon. Terhempas ke atas tanah,  hancur dimakan hujan,  panas,  dan waktu,  menyatu dengan tanah. 


Jadi tugas utama kita hidup di dunia ini adalah menanti. Menanti kapan kita akan dikembalikan lagi kepada-Nya. Menanti kapan kita akan memulai lagi pada kehidupan yang  kekal lagi panjang yakni kehidupan setelah kematian,  kehidupan di akhirat. 


Tak perlu kita risaukan perkara jodoh,  rejeki dan kematian,  sebab semua itu sudah ada ketetapannya masing-masing,  sudah ada takdirnya sendiri,  yang perlu kita lakukan adalah  menghiasi takdir itu dengan rasa syukur dan sabar agar takdir itu menjadi I

indah untuk  kita jalanani. 


Wallahu'alam 


Prabumulih,  Februari - Maret 2021



LihatTutupKomentar
Cancel