RESENSI NOVEL PETUALANGAN TIGA HARI



Berawal dari rasa penasaran Mukhlis tentang kemegahan kota Bontang di Kalimantan Timur. Mukhlis sendiri adalah  anak nelayan di Pulau Pallawa Lipu. Mukhlis sendiri sosok anak laki-laki yang pemberani, rajin membantu orangtuanya menjemur rumput laut dan sayang kepada adiknya yang bernama Nita.


Mukhlis nekad ikut kapal  dalam rombongan Pak RTnya mengantarkan nenek yang sedang sakit berobat ke kota Bontang. Namun, saat ditengah perjalanan Pak RT kemudian menemukan keberadaannya di kapal tersebut.  Karena sudah terlanjur ikut kapal dan tidak mungkin memutar balik lagi akhirnya Pak RT dan penumpang lainny sepakat untuk mengajak Mukhlis.


Namun, sesampainya di pelabuhan mukhlis tertinggal dari rombongan. Mukhlis yang sebelumnya memang penasaran dengan kota Bontang, tak bisa berdiam diri, dia pun memulai pertualangannya menyusuri kota Bontang  tersebut. Selama tiga hari di Bontang banyak pengalaman baik ataupun buruk yang didapatkan oleh mukhlis. Sampai petaka itu tiba, ia bertemu dengan seorang laki-laki bernama Pak Jo. Awalnya Pak Jo terlihat baik dengan Mukhlis dengan memberikan sebungksus nasi. Sebab dia tau kalau mukhlis sedang kelaparan.


Akan tetapi, tidak ada yang gratis di dunia ini, sebungkus nasi itu harus ia bayar dengan menjadi mesin uang Pak Jo. Mukhlis dipaksa menjadi pengemis di pinggir jalan kota Bontang bersama Alif keponakan Pak Jo. Setelah itu banyak sekali kejadian –kejadian seru yang menimpa Mukhlis selama tiga hari berpetualang di kota Bontang.


Novel Petualangan Tiga Hari ini di tulis oleh Dian Dahlia sorang dokter umum, novel ini ditulis berdasarkan pengalamannya pernah tinggal selama 1,5 tahun di Benua Etam Kalimantan, atau lebih tepatnya di kota Bontang. Serta pengalamannya mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat pesisir dan kampung laut. Dari sanalah penulis mendapatkan inspirasi untuk menulis novel  yang kaya akan pengetahuan tentang pendidikan, kejujuran, keberanian dan semangat pantang menyerah.


Identitas Novel
Judul    :     Pertualangan Tiga Hari
Penulis     :     Dian Dahlia
Penerbit     :     Indiva Media Kreasi
Cetakan Pertama    :     September 2020
ISBN    :     978-623-253-003-4
Tebal    :     256 halaman
Harga    :     Rp 60.000,00


Novel ini ditulis dengan bahasa yang sederhana, sangat mudah dipahami. Penulis berhasil mengambarkan keadaan kampung laut sehingga dengan membaca novel ini bisa memberikan pengalaman atau pengetahuan baru tentang kehidupan masyarakat pesisir dan kampung laut yang selama ini mungkin tak tersentuh pemberitaan keluar. 


Secara plot dalam novel ini cukup baik tapi saya sendiri belum menemukan sesuatu yang bisa membuat saya untuk membaca kembali novel ini. Tapi secara keseluruhan alur dalam novel ini sudah baik sekali. Namun poin penting yang bisa didapatkan dari membaca novel ini adalah tentang kejujuran.


Lihatlah betapa jujurnya mukhlis ketika ia menemukan dompet berwarna merah muda di pasar kota Bontang. Ia berusaha mencari pemilik dompet merah muda itu. Dompet merah muda itu milik seorang wanita yang sempat memberi mukhlis uang dua ribuan saat mukhlis sedang duduk di depan pertokoan, dikira wanita itu mukhlis adalah seorang pengemis.


Tak lama, dompet wanita itu terjatuh tak jauh dari tempat Mukhlis duduk. Mukhlis mengambil dompet lalu berusaha mengejar wanita tersebut, namun sayang setelah cukup lama Mukhlis mencari-cari keberadaan wanita itu di sekitar pasar induk, Mukhlis tak berhasil menemukannya, tapi ia bertekad untuk mengembalikan dompet berwarna merah  muda itu.


Diujung cerita, Mukhlis akhirnya berhasil menemukan pemilik dompet merah muda itu, ternyata milik mamanya Rifki, anak berseragam putih biru yang sempat menyelamatkan Mukhlis dari kejaran Pak Jo. Mukhlis akhirnya diangkat menjadi anak oleh kedua orang tua Rifki begitu pun dengan Alif. Dan kedua orang tua Rifki berjanji akan membiayai sekolah kedua anak tersebut.





LihatTutupKomentar
Cancel