Mencari Keberkahan Hidup dengan Menulis




Pernah denger kisah Imam Al Ghazali tentang dirinya yang menyelamatkan seekor lalat yang tercelup di wadah tintanya, dalam kisah lain menceritakan bahwa imam al ghazali bermimpi berdialog sama Allah SWT “Modal apa kamu menghadap-ku tanya Allah kepada Al Ghazali. 

Lalu Imam Al Ghazali menyebutkan satu persatu alam bajik yang pernah ia lakukan sepanjang hidupnya. ''Aku tidak menerima deretan amal bajikmu itu. Aku hanya mau menerima satu amalmu, yakni ketika kamu sedang menulis, seekor lalat masuk ke dalam tinta penamu untuk minum darinya. Lalu, kamu tinggalkan aktivitas menulismu itu sampai lalat itu mereguk puas tinta penamu,'' firman Allah. Begitulah cuplikan kisah yang dituturkan secara apik oleh Muhammad Nawawi ibn Umar al-Jawi dalam kitabnya, Nashaih al-'Ibad. 

Dari kisah singkat di atas bahwasanya kita bisa mengambil sebuah petikan hikmah untuk telaah tentang keberkahan dan menulis. Di sepanjang hidup, kita tidak pernah tau amalan apa yang bisa membawa kita masuk surga. Amalan sholat lima waktu kita, sholat sunnah, puasa, sedekah haji, atau umroh. Tidak menutup kemungkinan amalan-amalan yang kita lakukan selama ini ternyata tak mampu mengantarkan kita untuk bisa bercengkrama bersama Rasulullah di tepi telaga Al Kautsar. 


Atau mungkin amalan-amalam kecil seperti memberi makan hewan, menyiram tanaman, menyingkirkan duri dari jalan, senyum yang pernah kita lakukan sepanjang hayat kita bisa mengantarkan kita pada surga-Nya. Imam Al Ghazali yang meraih keberkahan hidupnya dengan menyelamatkan seekor lalat dari tempat tinta saat ia sedang menulis. Seperti kita ketahui berapa banyak kitab-kitab yang berhasil Imam Al Ghazali tuliskan hingga masih dicetak sampai sekarang. 


Lalat mungkin itu makhluk kecil yang tak ada artinya dipandangan kita, namun kita lupa bahwa sekeci apapun itu tetaplah makhluk ciptaan Allah Subhanahuwatallah. Jika Imam Al Ghazali meraih keberkahan hidupnya dari menyelamatkan seekor lalat yang termasuk ke wadah tintanya saat menulis, sehingga banyak sekali kitab yang berhasil ia tulis serta kekayaan ilmunya, lalu bagaimana dengan kita?


Kita bisa menjadikan menulis sebagai wasilah agar kita mendapatkan keberkahan dalam hidup. Di era digital saat ini, banyak sekali media-media yang bisa kita jadikan tempat untuk kita sebarkan tulisan-tulisan yang mengandung ajakan atau seruan untuk kebaikan seperti di blog, instagram, facebook dan lain-lain. 

Media sosial itu seperti dua sisi uang, ada kebaikan yang bisa kita dapat atau sebarkan, ada pula keburukan yang bisa dapat dan kita sebarkan juga. Saat ini konten-konten penyebar fitnah, penebar kebencian, menghasut memecah belah anak bangsa, pornografi serta beragam kejahatan lainnya yang semakin tersebar luas di media social.


Gilanya lagi penyebarannya lebih cepat daripada konten-konten yang mengajak kebaikan. Ini tentu menjadi pekerjaan besar untuk kita, sebagai penulis yang tergabung dalam forum yang berlapaskan islam, tentu kita harus mewarnai media-media yang ada saat ini dengan tulisan-tulisan kebaikan.


Mudah-mudahan setiap tulisan yang kita buat dengan niat kebaikan bisa membuka jalan untuk kita mendapatkan keberkahan dalam hidup. Berkah artinya bertahan dan berkembang dalam semua hal. Aamiin.

#WAGFLPSumselMenulis
#lampauibatasmu
#menulisuntukmencerahkan
LihatTutupKomentar
Cancel